
Bandung skyedigi.news – Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Nana Supriatna, M.M.Pd menggelar program Pendampingan Perencanaan Pembelajaran Mendalam dan Supervisi Perangkat Pembelajaran dengan menekankan bahwa supervisi bertujuan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas mengajar, bukan sebagai alat penilaian. Agenda ini diselenggarakan di SMP Skye Digipreneur, Kamis (25/9/2025).

Chief Executive Officer (CEO) SMP Skye Digipreneur, Agus Gandara, SH., MH., M.Pd. dalam sambutannya menyatakan bahwa tahun ajaran 2025-2026 sudah berjalan beberapa bulan. Menurutnya, acara ini merupakan momentum evaluasi dan mencari proyeksi baru bersama pengawas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Tahun ajaran 2025/2026 sudah beberapa bulan kita jalani, maka acara ini adalah evaluasi dan mencari proyeksi baru bersama pak pengawas,” ungkap CEO SMP Skye Digipreneur saat membuka acara.
Supervisi untuk Pengembangan, Bukan Penilaian
Nana Supriatna menjelaskan perbedaan mendasar antara supervisi dan Penilaian Kinerja Guru (PKG). Supervisi merupakan tugas murni kepala sekolah yang bertujuan mengembangkan pembelajaran dan bersifat mendampingi guru dalam peningkatan kompetensi, sedangkan PKG lebih condong pada justifikasi kinerja guru dalam periode tertentu.

“Maksud supervisi bukan menilai tetapi untuk pengembangan. PKG itu penilaian guru selama satu periode, nah supervisi ini tujuannya untuk pengembangan,” tegas Nana Supriatna saat memberikan materi di hadapan para guru.
Hal ini sejalan dengan rancangan Pengelolaan Kinerja tahun 2025 yang dirancang menjadi lebih sederhana dan memberikan nilai tambah yang lebih bermakna bagi setiap guru. Kemendikdasmen telah melakukan reformasi sistem penilaian untuk lebih fokus pada pengembangan kompetensi guru melalui pendampingan yang konstruktif.
Peran Pengawas dalam Supervisi Pembelajaran
Nana Supriatna menekankan bahwa tugas utama pengawas adalah memastikan sekolah melaksanakan supervisi secara konsisten dan berkelanjutan. Pengawas berperan sebagai fasilitator yang mendampingi guru mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan dalam proses pembelajaran.
Dalam kesempatan yang sama, Nana juga membahas pentingnya manajemen waktu pembelajaran yang efektif. Berdasarkan asumsi pemerintah, jumlah minggu efektif dalam satu tahun pembelajaran mencapai 36 minggu.
Pembagian waktu pembelajaran dibagi menjadi dua kategori utama: kegiatan intrakurikuler sebanyak 72 jam dan kokurikuler 24 jam. Nana menekankan agar jam intrakurikuler tidak dikurangi karena sangat menentukan kedalaman proses pembelajaran.
Kalender Pendidikan dan Regulasi Pembelajaran
“Regulasi tentang kegiatan kurikuler adalah 72 jam. Intrakurikuler jangan dikurangi karena proses pembelajaran harus mendalam,” ungkap Nana.
Kegiatan intrakurikuler mencakup kegiatan belajar mengajar tatap muka, proses mengajar, dan penilaian. Komponen ini menjadi fondasi penting dalam menentukan program tahunan sekolah dan implementasi kurikulum.
Nana juga menyoroti pentingnya kalender pendidikan sebagai acuan perencanaan pembelajaran sepanjang tahun. Kalender ini membantu sekolah mengatur jadwal pembelajaran agar dapat mencapai target kurikulum secara optimal.
Capaian Pembelajaran Terbaru 2025
Salah satu fokus utama dalam acara ini adalah sosialisasi Capaian Pembelajaran (CP) terbaru 2025. CP ini merupakan pembaruan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 dan diluncurkan pada 16 Juli 2025.
CP terbaru 2025 mencakup kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan di semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga pendidikan menengah, dan berfungsi sebagai kompetensi pembelajaran yang komprehensif.

Para guru diwajibkan memahami empat komponen utama CP, yaitu rasional, tujuan, karakteristik, dan elemen pembelajaran. CP adalah kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik di akhir setiap fase, mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Nana menjelaskan bahwa analisis CP harus mencakup empat aspek penting. Pertama, konten atau materi pembelajaran yang akan disampaikan. Kedua, kompetensi yang harus dikuasai siswa. Ketiga, aplikasi pengetahuan dalam kehidupan nyata. Keempat, dimensi profil pelajar Pancasila yang ingin dibentuk.
Komitmen Peningkatan Kualitas Pendidikan
Acara yang diselenggarakan di meetingroom lantai 2 SMP-SMK Skye Digipreneur, Jalan Walini No. 24 Bojongboa, Rancaekek ini dihadiri puluhan guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Bandung.
SMP Skye Digipreneur sebagai tuan rumah mengusung motto “Sekolah Para Pengusaha Muda”, mencerminkan visi pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan keterampilan kewirausahaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Disdik Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendampingan intensif kepada para pendidik. Program serupa akan terus dilaksanakan secara berkala untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan sesuai standar nasional.
Dengan pendekatan supervisi yang konstruktif, diharapkan kualitas pembelajaran di Kabupaten Bandung dapat terus meningkat dan menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai tuntutan zaman. Program ini juga mendukung Survei Nasional Supervisi Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah Tahun 2025 yang sedang berlangsung untuk meningkatkan efektivitas supervisi pendidikan secara nasional.
*(SYL)


Sip mantap 👍🏻👍🏻
Tetap semangat 👍
Long life learning 👍👍