
BANDUNG [skyedigi.news] – SMK Skye Digipreneur mengadakan workshop “Brainstorming Digital Preneur Mindset & Ignite Your Business Ideas” untuk siswa kelas X dan XI PPLG pada Kamis (11/9/2025) pukul 08.30 WIB di Ballroom Lt. 3 Skye Digipreneur School, Jalan Walini No. 24 Bojongloa, Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang mengusung tema “Shaping Future Entrepreneurs Through Digital Innovation” ini menghadirkan dua narasumber utama yakni Irwansyah, S.E sebagai Digital Entrepreneur dan M Prakarsa A S, SI.Kom, S.Kom, M.Kom selaku Software Consultant.
Coach Asep Risnandar, S.IP., S.H., M.H., CEO SMK Skye Digipreneur menjelaskan tujuan workshop ini adalah membekali siswa dengan mindset digital entrepreneur sejak dini. “Para student apapun background keilmuannya berbeda, tetapi kalau kita mau pasti bisa. Kalian bisa belajar dari para expert di sini. Semoga sehabis ini kalian bisa menjadi pelaku Digipreneur dengan mudah,” ujar Coach Asep.

Irwansyah, S.E memaparkan konsep dasar Entrepreneurship dengan pendekatan “From zero to Hero”. “Pada intinya entrepreneur itu adalah rintisan. Rintisan adalah sesuatu yang harus kamu lakukan terus menerus dan tidak pernah menyerah sampai menemukan hasilnya,” jelasnya kepada para siswa.
Digital entrepreneur ini juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia bisnis. “Kalian harus memiliki mindset digital entrepreneur yakni bisa beradaptasi dengan digitalisasi untuk penerapan bisnis kalian,” kata Irwansyah.
Dia mendorong siswa untuk mengembangkan kreativitas dalam menciptakan peluang bisnis. “Setelah ini kalian coba tuangkan ide kalian menjadi suatu karya yang bernilai. Sebenernya hal-hal yang berkaitan dengan kita itu bisa memunculkan ide bisnis, tinggal bagaimana kalian mau dan mampu untuk mewujudkan ide itu,” ungkapnya.

M Prakarsa A S menekankan pentingnya adaptasi terhadap era digital dalam dunia bisnis. “Zaman saat ini semua sudah serba digital dari mulai yang kecil sampai terbesar, contoh seperti ojek yang berubah jadi Gojek. Digital membuat hidup kita lebih praktis dan murah,” katanya.
Mantan programmer yang kini menjadi entrepreneur ini juga membagikan pengalaman bisnisnya. “Dulu saya membuat tim kecil dan saya yang ngoding, tetapi Alhamdulillah sekarang sudah besar, saya menyuruh tim saya yang ngoding. Untuk sampai ke sini tidak bisa instan,” ungkap Prakarsa.
Dia menjelaskan evolusi perannya dari seorang programmer menjadi business owner. “Dulu saya ngoding, tetapi sekarang saya menyuruh orang untuk ngoding. Hobi saya tidur tetapi passion saya menghasilkan uang, jadi saya buat software yang touchable dari saya tetapi memberikan uang buat saya,” jelasnya.
Prakarsa menekankan pentingnya memahami teori bisnis sebelum terjun ke dunia Entrepreneurship. “Bisnis itu harus punya teorinya dulu, tidak ada orang bisa naik motor kalau tidak punya teorinya. Bisnis itu adalah skill untuk monetisasi, dan programmer itu seperti HTML dan lainnya,” katanya.
Workshop ini juga membahas kombinasi ideal antara Skill Programming dan Business Mindset. “Sekarang bayangkan kalian sebagai pebisnis dan programmer. Bayangkan teman kalian semua ini adalah saingan,” tantang Prakarsa kepada para siswa.
Menurutnya, Programmer yang memahami bisnis memiliki keunggulan dalam menciptakan solusi. “Alasan seorang programmer harus tahu bisnis adalah untuk membuat solusi atau bisa memecahkan masalah. Programmer harus realistis karena dia bisa memecahkan masalah,” pungkasnya.
SMK Skye Digipreneur yang berkomitmen sebagai “Sekolah Para Pengusaha Muda” terus menghadirkan program-program yang mendukung pengembangan jiwa Entrepreneurship siswa melalui pendekatan teknologi digital dan inovasi.
*(SYL)

